Pages

Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Wednesday, November 16, 2011

Sekarang jamannya modem + HP, maksudnya

Suatu malam di minimart Alfamarah (*sensor,, gw dibayar juga kagak..)

Gue: (masuk minimart sambil ngupil trus jalan ke kasir). Beli pulsa, mbak!

Mbak kasir: pulsa apa mas?

Gue: smartpren mbak, yang 10ribu, ada gak di sini?

Mbak kasir: (tanya sama temennya). Smartfren itu smart kan? Ada bedanya gak?

Temennya mbak kasir: Sama

Mbak kasir: bentar ya mas (sambil ketik-ketik di komputer)

Gue nunggu sambil cari tempat buat buang upil

Mbak kasir: Sekalian mas modemnya smart.

Gue: Ini juga buat isi modem, mbak.

Mbak kasir: Ohh...

Mbak kasir: (beberapa menit kemudian) sudah mas, HP-nya dibawa nggak?

Gue: ................

Wednesday, February 3, 2010

Oleh-oleh Perjalanan Jogja-Gresik

Fiuhh.. capeknya. Diriku barusan pulang dari Gresik nih. Kota yang ternyata mirip dengan Cilacap: penuh pabrik! Gresik itu kota yang letaknya sedikit di Utara Surabaya, ya kira-kira 20 menit naik angkot dari Stasiun Surabaya Kota.
Aku berangkat hari Minggu pagi naik kereta Sancaka jam 07.15 dari Stasiun Tugu Jogja.
Walaupun hari Minggu, ternyata ni kereta mayan sepi juga. Setelah berangkat tepat waktu, akupun menikmati perjalanan (baca: tanpa tidur) sampai Solo. Setelah Solo, gara-gara nemenin dua orang temanku yang baru pulang jam setengah 2 dini hari akhirnya aku ngantuk juga. Kira-kira satu jam kemudian ada sms dateng.
"Nas, aku naik Sancaka bisnis gerbong 1." Rupa-rupanya temanku, si Heru ikut naik Sancaka juga. Jadinya aku jalan ke gerbong kelas bisnis untuk menemuinya. Fyi, baru pertama kali itu aku masuk ke gerbong bisnis. Kalo dipikir-pikir, ga kalah juga dari eksekutif. Perbedaannya cuma kalo di eksekutif AC, di bisnis pake kipas angin yang dipasang di langit-langit kereta. Kebersihannya pun terjaga, biarpun interiornya kayak kelas ekonomi, minimal toh gak ada pedagang yang boleh masuk. Kipas anginnya juga bisa bikin udara jadi ga panas. Setelah ngegosip sekitar 1 jam, aku balik lagi ke tempat dudukku karena ngantuk lagi.
Di sini mulai menarik. Ternyata kelas eksekutif bisa panas juga. Bener lho, puanas! Ini gara-gara AC nya rusak. Kampret! Apalagi dengan jendela yang ga bisa dibuka, alhasil terpaksa satu gerbong kepanasan semua. Ternyata AC nya rusak. Kata teknisinya sih mungkin freonnya habis, tapi dia juga ragu-ragu. Toh akhirnya setelah utak-atik sana sini, tuh AC mulai dingin lagi.
"Akhirnya nyala lagi," kata seorang Bapak yang duduk di sebelahku."Iya Pak," jawabku.

Si Bapak ini ternyata adalah pegawai Pemkot Surabaya yang habis dinas ke Jogja bersama teman-teman kantornya, tapi dia pulang lebih dahulu pagi itu. "Gak seneng jalan-jalan ke Borobudur," katanya pake logat Jawa Timuran.Sebuah percakapan pun terjadi saat AC mati.
Bapak Pemkot: (kipas-kipas sambil misuh kepanasan)
Aku: Kalo kepanasan jalan-jalan ke belakang aja pak, di bisnis ada kipas anginnya.
Bapak Pemkot: Iyo e, bajingan iki panase, ta meng mburi sek (iya, bajingtut ini panasnya, saya ke belakang dulu ya)
Bapak Pemkot: (baru mau berdiri tiba-tiba duduk lagi. kemudian dia bicara lagi dengan nada seakan-akan membicarakan sebuah rahasia).
Bapak Pemkot: Aku i wedi je mas (Aku takut lho mas)..
Aku: Kenopo pak? (berusaha mengimbangi logat Jatim, dengan sisa-sisa bahasa Indonesia + Jawa Tengah).
Bapak Pemkot: Lak iyo, saya kui wingi pas karo arek2 kantor.. ra sengojo konangan lagi bareng karo cewek, padahal yo kebetulan wae, tapi malah dadi gosip. (Saya kemaren pas sama temen2 kantor, gak sengaja ketahuan lagi jalan bareng sama cewek, padahal ya kebetulan, tapi malah jadi gosip)
Aku: Oh..
Bapak Pemkot: Lha iki wong e, cewek e iku ono neng gerbong mburi/guri. De'e ra entuk tiket eksekutip dadine neng bisnis, wedi aku mas nek ketemu maneh (Ini ceweknya itu ada di gerbong belakang. Dia ga dapet tiket eksekutif jadi naik bisnis, takut saya kalo ntar ketemu dia lagi)..
Tut tut, skandal pns di kereta sancaka pagi.

Dan ini sebuah percakapan lain yang lucu. Ceritanya kan aku ke Gresik mau ikut tes Petrokimia, sebuah perusahaan pupuk.
Bapak Pemkot: Mau ke mana mas?
Aku: Gresik pak.
Bapak Pemkot: Oh Gresik di mana?
Aku: Mau ke Petrokimia, pak.
Bapak Pemkot: Kerja ya? Kerja?
Aku: Belum, pak. Baru mau test.
Bapak Pemkot: woohh. apik lho iku mas petrokimia, gede neng gresik. wah mas nek mlebu kono makmur sampeyan (Bagus mas petrokimia, perusahaan besar di Gresik. Wah mas kalo bisa masuk sana bisa makmur).
Aku: Iyo, Pak. Kemaren tanya2 temen juga gitu katanya.
Bapak Pemkot: Wah wes makmur tenan mas. Sedulurku sepupu nang kono. Penak tenan uripe. Koncoku ya onok sing nang kono. Wes pokok'e makmur tenan mas.
Tiba-tiba si Bapak diam sejenak. Seolah sedang memikirkan sesuatu. Kemudian tiba-tiba,
Bapak Pemkot: Wo, ITU SEMEN DING YA MAS? TA KIRO YA SEMEN. SALAH AKU. SODARA SAYA ITU YANG DI SEMEN GRESIK IKU MAS. WOALAH.. KALO PETROKIMIA IKU YANG PUPUK TA MAS? WO IYO NEK IKU
Aku: ... (speechless, trus yg makmur yang mana pak?)
Untungnya ada si Bapak jadi perjalanan kurang lebih 6 jam tidak membosankan :) lol..

Monday, October 5, 2009

Batavilay, batamerah delay

2 kali pengalaman pertama naik batavilay air semuanya kena delay. Pas hari kamis berangkat ke jakarta, aku udah dateng ke adisucipto jam 1. Jadwal terbang ke jakarta jam 14.25. Check in udah, abis itu masuk ke ruang tunggu di adisucipto. Fyi aku baru pertama kali lho masuk waiting room di adisucipto. Di sini ternyata semua penumpang dijadiin di satu ruangan, dan gate-gate nya juga cuma sebelahan. Aku mikir, gini nih bandara yang katanya berlabel internasional? Ya sudahlah bentar lagi juga berangkat. Terus jam 2 lebih 15 menit, si Andit temenku yang juga bareng ke jakarta, mulai bertanya tanya, kok belum dipanggil ya? Kayaknya delay nih. Akhirnya terdengar pengumuman yang diawali dengan nada 'ding ding ding ding'. "Pesawat Batavilay Air dengan nomor penerbangan bla bla bla.. diperkirakan baru akan sampai ke Yogya pada pukul lima belas dua puluh menit. Owh bentar lagi kok sekarang kan lebih 15 menit. diem--mikir--heh, apa tadi katanya? Lima belas dua puluh? 15.20?? Anjruiit!! Kirain 14.20. Wah taek masih 1 jam lagi!

Pas pulang dari Cengkareng 2 hari kemudian, aku sih udah siap aja kalo mau delay lagi. Kesotoyan-ku memberi kesimpulan batavilay itu identik dengan delay, padahal baru sekali aja naik batavilay ;p. Beneran, harusnya jam terbang ke jogja jam 14.45, tapi sampai setengah tiga lebih kok belum dipanggil, alamat delay lagi ini. Tapi ternyata panggilannya mepet. Lima menit kemudian baru terdengar pengumuman penumpang batavilay tujuan jogja harap naik pesawat. Asik, tumben ga delay. Masuk pesawat juga pas jam 14.45. wogh, on-time juga nih. Tau-tau 10 menit duduk di pesawat, tiba2 ada pengumuman dari mbak berseragam oranye-pramugari batavilay maksudnya. "Maaf, kita belum dapat terbang karena harus menunggu kelengkapan dokumen." Bagh gubrak!!! Delay lagi delay lagi --a

Wednesday, September 30, 2009

Living in Gamer World (1)

Living in Gamer World (1)

Shared via AddThis

Seperti yang sudah aku ceritakan di post sebelumnya, aku sudah bermain game dari tahun 2001 (jadi udah 8 tahun!!). Segala suka duka kehidupan sebagai gamer udah pula aku jalani. Satu hal yang ingin aku bahas adalah betapa uniknya para gamer yang aku kenal. Seperti Pak W**, yang bermain game meskipun sudah bekerja. Pak W yang katanya bekerja di sebuah perusahaan advertising, cukup rajin bermain game di jam kerja. Kelihatannya Pak W sering ditugaskan keluar kantor sehingga dia punya kebebasan untuk mampir ke game-net. Yang unik, beliau kadang-kadang (atau malah selalu?) berbohong ketika mendapatkan telepon dari klien atau bos-nya ketika ditanya sedang ada di mana. Bahaya tuh kalau ketauan, pak.

Pak W bukan satu-satunya 'bapak' yang bermain game. Dulu ada K****. K ini pria beristri dan kemungkinan juga sudah mempunyai anak. Kabar uniknya K adalah seorang dosen UGM. K sering bermain game hampir tiap hari. Bahkan pernah dalam seminggu dia nggak pulang. Nggak jelas pula mandi apa nggak. Bau? So pasti. Aku ingat pernah rela menunggu 1 jam daripada harus bermain di sebelahnya (mambu!). Suatu hari ada kejadian di mana istri K datang ke game-net dan marah-marah. Disuruhnya K balik ke rumah. Jerakah sang dosen? Ternyata beberapa hari kemudian dia datang lagi ke game net, walaupun kali ini nggak nginep. Yang aku curiga sih dia pak dosen pulang cuma buat mandi sama ganti baju, trus balik lagi dah ke game-net, hahaha.

Di lingkungan gamer aku bisa kenal berbagai macam orang dari semua kalangan dan umur. Seperti tadi Pak W yang seorang pegawai, K seorang dosen UGM, ada banyak teman-teman mahasiswa, dan juga beberapa bocah sekolahan. Perbedaan umur terasa begitu melebur saat sudah masuk komunitas game. Tak ada lagi istilah anak sekolahan, kuliahan, atau orang kantoran. Semua berbaur jadi satu dan hormat menghormati menjadi barang langka. Semua punya derajat yang sama.

Hidup di komunitas gamer memang mempunyai jiwanya sendiri. Kita tak bisa meninggalkan sebuah komunitas gamer secara biasa saja. Seperti kecanduan, para gamer tak akan mudah untuk berhenti bermain game, karena faktor kebiasaan. Faktor kebiasaan memegang peranan yang cukup penting karena terbukti waktu aku tidak main game selama 2 bulan, aku bisa mengurangi keinginanku untuk bermain game. Walaupun begitu faktor komunitas jugalah yang membuatku kembali lagi karena kenikmatan saat berkumpul itulah yang sulit tergantikan, sama seperti komunitas komunitas yang lain.

Di mana lagi bisa melihat anak yang diseret orang tuanya, di mana lagi melihat seorang yang dateng ke game-net sambil membawa istri dan anaknya, di mana lagi melihat seorang dosen begitu lusuh dengan bertumpuk puntung rokok di depannya? Di dunia dan komunitas para gamer hal seperti itu biasa terjadi. Tentunya masih banyak keunikan dunia gamer yang belum tersajikan, nanti aku tulis deh lain kali. Regards. (Bersambung..)

Friday, September 18, 2009

Jakarta Telat Gue Berkarat!

Beberapa minggu yang lalu gue ke Jkt, kota yang gue juluki the city of jobs. Gue dapat panggilan wawancara kerja di sebuah perusahaan konstruksi. Yah, karena 3 minggu sebelumnya gue baru dari Jkt juga, sebenernya gue agak ogah-ogahan ke Jkt kali ini. Lewat perjanjian telepon gw dijadwalkan untuk wawancara jam setengah 9. Gue lalu cek jadwal kereta, ada Taksaka jam 8 malam nih. Perkiraan sampai Jkt jam 5 pagi. Setelah gue itung2 waktu perjalanannya, gue kira bisa tiba di kantor jam 8.

Di kereta gue duduk jejer sama cewek. Bersyukur? Boro2! Cowoknya macho sekali. Gue mau duduk deket jendela aja hampir kena damprat si gorila. Ceritanya gue yang datang duluan. Tiket gue emang huruf C, yang artinya tempat duduk gue bukan yang deket jendela. Berhubung pas gue dateng masih sepi, gue ambil aja tuh tempat duduk. Syukur-syukur kalo ternyata kosong, atau biasanya orang ga masalah mau duduk mana aja. Cuma beberapa menit merasakan kenikmatan ini, dari arah pintu datang cewek diikuti seorang cowok. Gue udah punya firasat kalo ini bukan cewek biasa. Bener aja, sambil lirak lirik nyari nomor kursinya, akhirnya pandangan mata cowoknya melihat ke arah nomor yang ada di atas gue. Lalu pandangan matanya jatuh ke arah gue.

Si cowok: Nomor ...D, mas.
Gue: OK. ( lo pikir gue petugas kereta?)
Si cowok: Berarti mas nya di sini (sambil menunjuk kursi sebelah gue).
Gue: (Ya ampun sebegitunya ngebet duduk pojok, kenapa cewek nya mas? Ambeyen kalo duduk tengah? Lagian duduk pojok lebih gampang gue apa-apain lho. hahaha)

Abis si cewek gue kasih tempat duduk yang pojok, si cowok pamit keluar. Ternyata si cowok mau nungguin ceweknya di luar kereta di sebelah jendela. Hiyaa... gue mau ngakak liat adegan si cowok ngomong lewat jendela kereta, suaranya ga kedengeran bo, sok romantis lu ah. Akhirnya gue jalan2 keluar kereta daripada gue muntah di dalem (suer ga romantis bgt!).

Pas gue sampe jkt ternyata bener jam 5, gue sante2 aja. Berhubung KRL ga berhenti di Gambir, gue ngojek ke stasiun Juanda. Karena masih pagi gue beli tiket KRL ekonomi AC yang jadwalnya berangkat jam 6. Perfect! Gue ga tau bakal ada bencana 1 jam kemudian. Gw nunggu. Sampe jam 6 lewat, keretanya belum datang. Agak telat kali, kata gue dalam hati. Kereta ekonomi biasa lewat. Gw ngelirik jam, masih jam 6.20. Masih sempat. Mahasiswa cewek di sebelah gue udah agak kebingungan. Gue sih sok cool aja. Tenang donk, bentar lagi juga dateng, kata gue dalam hati. Waktu terus berlalu, gue cek lagi jadwal di tiket. jam 6 kok. Ada apa ini. Gue nyoba lagi kalkulasi waktu kalo gue sini telat setengah jam. Masih sempat! Gue masih cool, cewek di sebelah gue udah mulai misuh-misuh. Waktu terus berlalu, kereta masih belum datang, padahal udah mau jam 7. Gue mulai tegang, cewek di sebelah gue udah mulai sms temennya minta titip absen. Jam 7 lewatlah sudah, krl juga belum datang! Ah kuda! Gw mulai deg deg serr clingak clinguk. Keringat dingin mulai keluar. Cewek di sebelah gue mulai merintih ga jelas(lebay!).Akhirnya jam 7.15 datang juga. Gue pun naik krl sialan ini. Telat ga kira-kira 1 jam lebih. Gue udah pasrah. Cewek di sebelah gue (sekarang sama temennya) udah mulai telepon sana sini.

Sampai di stasiun Tanjung Barat gue langsung cari taksi. Udah hampir jam 8. Rencananya gue mau mampir sekalian mandi tempat pakde gue.
Gue: Jagakarsa, pak!
Sopir taxi: Siap bos.
Gue: Cepat ya pak!
Sopir taxi: Oke pak.

Gue masih mikir ni sopir ga bakal kesasar. Ga taunya ni sopir kesasar juga. Gue juga udah mulai lupa jalan ke rumah pakde gue. Mampus! Bakal telat nih, pikir gue.

Gue: pak, langsung ke jalan gede aja pak, balik!
Sopir taxi: lho ga jadi ke jagakarsa?
Gue: Telat pak, udah telat. (gue udah mulai panik, sopirnya pun ga ngerti omongan gue)
Sopir taxi: (telat ya urusan elo, gue mah ga ada telat telat-an)
Gue: Pak cari pom bensin yang agak gede.
Sopir taxi: Mau apa pak? Bensin saya udah pull, nih pull, tapi kalo mau beliin lagi juga gapapa heheh, tar saya tampung di dirigen.
Gue: Sapa yang mau beliin bensin ommm!! Gue mau mandi nehh! Cepet!

Akhirnya gue turun di pom bensin, cari kamar mandi (busyet kotornya). Gue gak jadi mandi. Cuma bilas, sikat gigi pun ga bawa odol. Akhirnya abis telepon kantornya kalo gue minta agak telat wawancaranya, gue berangkat ke sana tanpa mandi dan tanpa sikat gigi. What the hell!

Tuesday, August 4, 2009

Let this space remains empty

For my nicest friend in elementary school.. this space is dedicated for you..



Amalia Marta Prisanti, had passed away last night, August 4th 2009

Monday, August 3, 2009

Hari ini mau nonton..!


Yeah, jadwal nonton hari ini maraton,Whisper jam 12.30 sama Public Enemy jam 15.30. Semuanya di Empire XXI Jogja. Kayaknya sih mau nonton sama Ardi sama Adit. Trisam gitu deh jadinya. Hahaha... Trio homo jomblo ceria. Entar deh abis nonton aku kasih review sama kritiknya.

FYI, Whisper ini bergenre horror, kalo PE kayaknya Action yah? Oya, Review Harry Potter juga nanti aku tulis. banyak yang bilang HP mengecewakan tapi kalo aku liat sih gak begitu. Thus, ntar aku kasih review-nya kenapa dari segi apa aku melihatnya.

Siap2 cabut ah...

Thursday, February 5, 2009

English, local, english?

Dua hari yang lalu saia ke kampus, biasa, bertemu dosen pembimbing tercinta. Bad day, hari itu mendungnya ga ketulungan. Abis nge-print my scrip-shit, saia mandi dan siap-siap berangkat. Untung sepanjang perjalanan ga hujan, saia sampai kampus dengan selamat dan langsung menuju ruangan Mr. Wardhani, dosen pembimbing saia. Sampe di depan ruangan saia melongok ke dalam dan melihat beliau ada, sedang berbicara dengan seorang dosen juga yang saia kira adalah Mr. Nur Yuwono, dosen Teknik pantai di kampus saia.

Saia kemudian baru saja akan mengeluarkan hasil ngeprint saia semalaman. Tiba-tiba saia ditepuk seseorang. Kewaspadaan saia meningkat, karena sekarang kan lagi musim ditepuk trus tiba-tiba ga sadar, hehehe lebay. Saya menoleh dan melihat orang yang menepuk saia tadi. Seorang pria yang tingginya biasa saja. Wajahnya khas Indonesia dan rambutnya cepak. Dia sedang membawa tumpukan buku dan kertas yang digendong di tangan kirinya.

"Ya, Pak?" kata saia.
"...Faisal..," katanya dengan suara yang lirih, hampir saia tak bisa mendengarnya, hanya kata Faisal saja yang terdengar.
"Faisal?" saia merespon dan teringat dengan dosen yang namanya pak Faisal.
"Faisal Fathani?" ulang saia dengan menyebutkan nama lengkapnya.
"Ya, Faisal" ulangnya.

Hal yang mengagetkan saia terjadi setelah ini.
"Kalau Pak Faisal, bapak silakan naik tangga ini lalu ke ruangan di sebelah kiri," kata saia.
Tiba-tiba dia merespon dengan.... bahasa Inggris!
"Up... floor...., second floor?" tanyanya, ada beberapa kata yang ga saia dengar karena memamg suaranya yang.... pelan banget.
"Ya..eh yes, yes in second floor," Saia menjawab pertanyaannya dengan tergagap. Agak shock juga, wajah lokal bo! Kok tiba2 ngomong inggris, mana ga siap mental, hahaha...
"Second floor?" ulangnya dengan gerakan tangan menaiki tangga, lalu menaiki tangga lagi, yang saia tangkap artinya naik tangga 2x. Saia lalu sadar, mungkin dia menganggap lantai yang sedang kami injak ini adalah ground floor, sehingga lantai 2 berarti naik tangga 2x, maklum ada kebiasaan di luar negeri yang menganggap lantai paling dasar dengan permukaan tanah disebut ground floor, bukan lantai 1.
"Ah, bukan," jawab saia dengan bahasa Indo, "Naik tangga ini saja lalu belok kiri". Aduuhh, ga bisa saia mengeluarkan bahasa Inggris kalo berhadapan dengan wajah lokal begindang, hahaha...
dia tampak bingung, akhirnya saya mengatakan, "Mari saya antar, follow me."

Bhs inggris emang penting yah, tapi kalau latihannya biasanya sama bule malah jadi gini, lha ini wajah lokal kok speak english, huf, mengerikan.... hahaha...

Saturday, January 31, 2009

AND THEY JUST GO TO ANOTHER PLACE

Membaca sebuah postingan di blog teman gw membuatku teringat tentang salah seorang teman SD ku dulu. Riven namanya. Ingatanku mulai mengingat lagi tentang segala sifat dan kelakuannya. Seingat gw dia anaknya lincah dan bersemangat. Kebanyakan bermain di luar ruangan membuat kulitnya menjadi berwarna hitam, bahkan kulit gw waktu kecil dolo belum item kayak gini. Ingatan gw yang paling lekat ada 2, pertama saat kami berkelahi dia aula sekolah. Yah, maklum anak-anak, kerjanya berantem dan berkelahi. Ceritanya agak sedikit konyol. Waktu itu kami bertemu di kantin sekolah dan seperti biasa, ulah konyol anak-anak: saling mengejek. Kebetulan waktu itu kami berdua sedang makan buah semangka. Entah sapa yang mulai gw lupa, tapi akhirnya terjadilah di antara kami saling meludahkan biji semangka sampai akhirnya berujung pada perkelahian di depan kantin. Hasilnya? Kami berdua dipanggil ke ruang guru (buat gw di masa itu dipanggil ke ruang guru bukan hal yang jarang).

Hal kedua yang gw ingat adalah saat SMP (kebetulan gw dan Riven satu SMP lagi). Pulang sekolah cukup sering juga gw memboncengkan RiVen dan mengantarkan ke rumahnya. Sebenarnya kalau dilihat sekilas hubungan kami tidak terlalu dekat, dan seingat gw hanya masa-masa SD di kelas 3 sampai 5 saja gw sering main bareng RiVen. Bahkan setelah lulus SMP pun gw lost kontak dengannya.

Suatu hari di tiga atau empat tahun lalu ibu gw cerita. Beliau memberitahu kalau Riven meninggal. jegerr..! Mendengar kabar itu aja gw setengah ga percaya. Gw emang udah lost kontak hampir 5 tahun tapi tetep aja mendengar kabar buruk tentang orang yang pernah kita kenal dan menjadi bagian dalam masa kecil kita akan menyakitkan buat kita. Gw ga tanya2 lebih lanjut karena kabarnya memang simpang siur, tapi sampai hari ini gw juga belum pernah kontak lagi sama Riven. Teman-teman SD lain yang gw tanya juga jarang ada yang tahu. Sedih gw saat denger berita itu. Buat gw semua temen gw baik saat gw kecil maupun sampai sekarang ini mempunya cerita sendiri dalam hidup gw. kehilangan mereka sama aja dengan kehilangan salah satu bagian hidup gw. Hanya bisa dikenang tanpa bisa dilihat lagi.

Good bye, Ven. I believe that you didn't leave us. You just went to a beautiful place.

Saturday, January 10, 2009

IF I WERE IN PALESTINE? EDISI: TERORIS NYAMUK DI PAGI BUTA

This is just an intermezzo. I'd told you that since I lived in Jogja, it never happened to me lol...

Entah apa yang ada di pikiran perusahaan tukang semprot nyamuk, apa di pagi-pagi buta dia pikir nyamuk-nyamuk udah pada bangun? Apa dia pikir abis disko sampai pagi nyamuk-nyamuk masih nyari sarapan di luar? Tapi entahlah apa yang ada di pikiran perusahaan semprot nyamuk (disingkat PSN).
Gw baru tidur jam 2 tadi malam. Abis chatting di Yahuuu Mama! sama temen KKN gw, Rani dan Yogi. Gw udah ngerencanain bakal bangun siang, yah jam 8 atau jam 9an, coz hari ini kan hari Sabtu dan selama 2 hari kemarin gw udah dipusingkan masalah skripsi, so gw pengen santai. Rencana tinggalah rencana. Israel aja kalo mau ngeluncurin roket biasanya bilang dulu. LHA INI?? Gw kaget. Dari tempat tidur gw bisa denger ada suara mesin di deket rumah gw. NGRROONGG!!! Dalam keadaan masih ngumpulin nyawa, gw nyoba mencerna: WHAT THE HELL SOUND IS THAT? Gw ini biasanya dibangunin sama suaranya BCL (banci cowok lanang) kok sekarang bangun gara-gara suara mesin mau pecah gitu. Yang ada di pikiran gw pertama kali adalah: that's sound from my car's neighbor. Om Hary, tetangga depan rumah gw emang kalo pagi suka manasin mobil jeep 4 wd nya ntu. Dan suaranya emang kadang bikin gw bangun. Tapi gw cerna lagi, that's not its sound. Suara ini beda, lebih kasar dan lebih metal. Kalo suara mobil Om Hary masih agak nge-punk, suara mesin ini udah metal. Apa Om Hary kemaren ganti genre mesin?

Masih dalam keadaan ngolet-ngolet (baca: mendesah habis bangun tidur), gw mikir dengan cepet. Gw inget pompa air di rumah gw sering rusak dan mungkin ini suara tu pompa. Nah abis mikir kayak gini gw langsung beranjak dari tempat tidur dan melongok dari jendela. Tapi aneh, pikir gw. Suara pompa gw ga mungkin sekeras ini. Dan kalo misalnya itu suara pompa gw, suaranya bakal lebih kecil dan lebih lembut. Akhirnya gw sampe pada kesimpulan terakhir: itu suara traktor. Depan rumah gw emang sawah dan kadang-kadang ada orang yg lagi bajak sawahnya pake traktor. Gw lari ke ruang depan dan gw intip dari jendela. gw bingung, lho kok ga ada traktor. Yang gw liat dari situ adalah seorang pria berseragam hijau, memakai topi dan masker. Entah karena paranoid gara-gara di tivi banyak berita tentang serangan Israel, gw mikir: MAMPUS! ADA TERORIS! Sumpah, itu bayangan pertama gw waktu liat ntu orang. Gw amati lagi, kan ga lucu kalo gw telepon polisi gara-gara gw salah lihat. Di deket kaki orang itu ada sesuatu mirip bazoka. gw amati lagi, kayaknya gw pernah lihat barang ginian. Dan, akhirnya, setelah berpikir, voila!!
ANJREET, SAPI KUDA, DAMN HELL YA!! (Semua misuh-misuh yang gw kenal datanglah!!!) Tukang semprot nyamuk! Gw inget tu alatnya yang biasa dibawa-bawa. Tapi gw masih bingung. Gila ya ni tukang semprot, masih pagi jam setengah enam udah nyemprott??!!! Ga mikir ni orang waktu tidur gw. Udah gw sangkain teroris ga taunya emang bener-bener teroris, tapi teroris buat nyamuk-nyamuk di luar sana. Gw yakin abis ini nyamuk-nyamuk itu bakal menggelar operasi khusus buat nangkep tu tukang semprot sama PSN -nya. Gw dukung!!! Tangkap mereka!

Pengalaman gw emang agak konyol, tapi gw sempet mikir, gw aja yang di tinggal di Indonesia aja sempet sekejap merasa ketakutan ya, apalagi warga Palestina di sana. Kayak apa coba di sono. Rasa takut yang mereka alami kalo denger suara gemuruh tank, suara luncuran roket, suara tembakan. Gw bener-bener mungkin mengalami hanya sedikit perasaan ketakutan mereka itu. Gaza emang lagi krisis kemanusiaan yah. Gw sih ga niat dukung atau anti siapa-siapa. Gw liat Israel sama Hamas sama-sama bejatnya. Yang jadi korban malah warga sipil. Gosh! How they can live with that?

Tuesday, December 30, 2008

HAVE YOU REVIEWED YOUR 1-YEAR RAPORT?

Tahun baru tinggal 2 hari lagi (saat gw nulis ini tanggal 30). Menurut gw, sebenarnya tahun baru hanyalah pergantian hari secara de yure. Secara de facto, hari di tahun baru hanyalah hari esok dari hari ini. Banyak orang yang merayakan tahun baru dengan pesta atau berkumpul ramai-ramai sama pacar,teman, saudara, keluarga, dan orang-orang lain. Hanya sebagian saja yang berusaha merangkum peristiwa-peristiwa penting yang mereka alami sepanjang tahun sebelumnya. Sudahkah kamu merangkum apa saja yg terjadi dalam hidupmu selama setahun ini? Cobalah melakukannya sebelum berpesta! Happy New Year 2009 for you all!

Some important events that come to me in 2008:
-JANUARI-
Mulai cari dosen buat skripsi lho, hehehe...
Yup, di bulan ini gw (tepatnya gw dan Uya, temen 1 kampusku) mulai nyari dosen pembimbing tugas akhir. Sempat survey ke beberapa dosen sebelum akhirnya dapet Mr. Wardhani Sartono.
-FEBRUARI-
Akhirnya dapet unit KKN (Kuliah Kerja Nyata) juga..
Abis nyari selama kurang lebih 2 mingguan, akhirnya gw dipastikan juga dapet kelompok KKN (biasa disebut unit). Keberuntungan bertambah karena lokasi KKN yang dipastikan deket banget sama rumah. Yeah!
-MARET-
*Survey pertama KKN! Akhirnya gw ikut survey KKN pertama kalinya. Sebelumnya? Ga pernah ikut! Kenal aja gak, hehehe..
**Salah satu temen gw, Yayan, seminar tugas akhir, congrats, Yan..
-APRIL-
*Adik gw ultah, temen gw Belly juga ultah, tapi ga ada yg makan2!
*Mulai banyak rapat KKN! Mulai ribet deh pake bayar denda segala?!
-MEI-
*4 tahun sudah sejak gw ga ketemu lagi 'dengannya', hiks2.. how is she there?
*Akhirnya gw selesai jadi asisten dosen, cuma asdos tugas besar sih, hehehe..
-JUNI-
*EURO Austria & Swiss! Jagoan gw Jerman kalah di final, hiks..
*Persiapan KKN makin dekat!
-JULI-
*KKN datang, tiba saatnya melakukan hal-hal yang berbeda.
*Bokap ultah
*Gw jadi PJ makrab di KKN, hwaa... gw jd PJ? Yg bener aja...
*Dari lokasi KKN di Pundong, jam 22.30 (setengah 12 malam!) pergi keluar hanya untuk mencari bahan kuliah!
-AGUSTUS-
*Still KKN
*Perpisahan KKN... Sedih... Sedih meninggalkan sesuatu yg sudah 2 bulan terbiasa bareng-bareng...
*Seminar bidang gw di KKN! Sukses bro, PJ nya Edu kalo ini, nice? Nice nice!
-SEPTEMBER-
*Kembali kuliah lagi, kembali ke dunia normal abis KKN
*Mulai ngurus TA, salah satu temen gw (Nina) tiba2 mengundurkan diri gara-gara dia keterima magang (salahnya daftar! hehehe).
*SIM gw diperpanjang
*Gw ultah! hehehe...
-OKTOBER-
*Puasa, eh udah lebaran kok.
*Akhirnya dapat kepastian urusan Tugas Akhir! berangkat ke Surabaya tgl 22..
*Adik gw ultah
*Gw beli sepeda baru, ayo naek sepeda!
-NOVEMBER-
*Masa-masa bingung skripsi, tiap malam ke warnet cari bahan ga ketemu2!
-DESEMBER-
*Nyokap ultah

Tuesday, December 23, 2008

BIKE TO SURABAYA, COME ON...

(OOT)This morning I drove my bike to Pundong. Yeah finally I woke early again and did cycling. It was almost 2 weeks since the last time I bike. I went biking with Adit, my college friend. We went to Pundong, where we had had KKN 4 months ago. This was a short trip to get Pundong by motorcycle or car, but it was a longer journey if we used bike. In Pundong we met Mr. Sulis. Mr. Sulis was just like our father in KKN. We had a lot of respect to him. I will write some stories about KKN may be next time. Well, actually I wanted to talk about bike.

(BTT)We often read and hear about bike to work (BTW) and bike to school. In my city, Jogja, suddenly biking became popular when price of fuel price increased. Some communities, particularly which involved in environmental lover (green peace?), take some advantages from this situation. Few months ago I read on the newspaper that this situation would lead people to use bicycle more often. They were true, but not all. Although many people like to use bicycle, that was just for fun. I thought because they lived in Jogja, whose small city area and no lane for bicycle on the road.

By the way, this afternoon, I talked to Adit.
"Hey, I have an idea," I said. "I want to bike to Jakarta"
"What?"
"I want to bike to Jakarta," I repeated.
"Woah, crazy you," he said. "But I think it's a good idea. I'm in!" (Wohoho... ^^ I got one victim!!)

I remembered some days ago I read on newspaper and found five or six people would walk to Jakarta to meet the president. Woaa... This could be amazing, I thought. This inspired me suddenly this afternoon.
Somehow I changed my mind that instead of going to Jakarta I would go to Surabaya. I made this plan to be done after I finish my thesis (scrip-shit). This could be more amazing. A man biked to Surabaya as a promise because he finished his thesis. Woaa, wonderful... hehehe... I imagined I saw my picture on newspaper; I lifted a trophy and smiled (Yeahh..! Don't think it's a Tour d' Indonesia, lol)
I would think it seriously. I hope if I am doing this trip, I will get myself. I wanted to put myself on the lowest point, where I could find mature, positive thinking, and another else. Honestly, I felt that I hadn't found the true of myself yet. I hoped with this journey I could find it.

Do you wanna go with me? Hehehe... I'll invite you all...
IF YOU ARE DARE AND BRAVE, PLEASE JOIN ME. PM me on my YM! or send email to me. Biking to Surabaya!!! Let's go!

Saturday, December 13, 2008

I LIKE CHILDREN (?)


(OOT)Woops... wait, wait... Don't judge me that I being a pedophilia. I'm still normal, at least until you read this.

(BTT)Actually I really like children, but I didn't have time to prove it until I had KKN (KKN=Kuliah Kerja Nyata in Indonesia, I don't know what is in English, may be Community Development / Comdev?). I had KKN that held by psychology department of UGM. They took a theme "Early Children Education" or Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Firstly I think funnily like this, is there relationship between civil engineering and children? Woaaa, I used to calculate the exact mathematic formulation, but now I must face children, that can't be guessed... I used to calculate thickness of pavement and now would face children. I thought I would paint them with asphalt, hahaha ;#...

It's not easy in the first time. I had KKN in Pundong, a village that's located not far from my house. Actually I was lucky that I could get a KKN near my house ^^. Children in there were not as same as children in my past. One of task in KKN was being private teacher. It's like study group. I and my KKN friend became teachers for the children. We taught them elementary subjects like mathematics, science, and social. I surprised in the beginning. I thought that all children were as same as I and my friends in my childhood time. They were different. They could not understand lessons well. The most stressful moment is happened when I taught a kindergarten child (I thought he was 5 years old). Damn! I taught him alphabet! Hell ya, alphabet, was I dreaming? -_- '. I never knew how to teach someone how to read. I got confused. Suddenly I remembered...

I wrote on paper like this

BA-BA... and then I asked him to say what I said. He nodded his head and I didn't know why I was happy for a while ( at least he knew what i meant..! Fiuih..). Then I said, "B-A-ba, B-A-ba, ba-ba", slowly, clearly, but not sure. He repeated, "B-A-ba, B-A-ba, ba-ba". I smiled. "Yeah!! I'm a good teacher". Like a scout who just found a talented youngster, I continued to teach him. BUBU, BIBI, he could do them well. I became confident. I didn't know that's my mistake. Slowly I brought him to hell. I leveled his exercise up, just like a coach who didn't know the limit of his young athlete.

I wrote on paper like this

BI-BA... and then I said, "B-I-bi, B-A-ba, bi-ba", slowly, clearly and sure! He said, "B-I-bi, B-A-ba, ba-BA". JEGEEERRR!! Baba? Didn't I said before "BIBA"? I tried to be patient. I repeated what I said before. He said, "B-I-bi, B-A-ba...," (okay, well, I thought), "... bi-bu". I was frozen. NOOOOO!!!!!!!! Biba, biba, could you read it? It's biba! I smiled once more on him and he nodded.
"It's BIBA, yeah?", I said to him.
"okay, BIBA, BIBA", he said.
"Okay, please repeat".
"B-I-bi, B-A-ba...," oh my God please bless him, if he was wrong again, I would paint him with cement...

"BABI!!" he said surely, I painted him with cement, and I went to my pig's (babi) hell nicely.

One thing I can say is teaching is not easy. After that I remembered my teachers in my elementary school. Woaa, i was sure that they were tired when they taught me...

Friday, December 12, 2008

I HAVE BEEN PLAYING GAMES ONLINE FOR 7 YEARS..!! lOl


Yeah, it's true. I have been playing online games (I mean play games in game-net) for 7 years. It's long isn't it? Well, starting in my first year of senior high school. It's the first time I knew what game online is. Before that, I only knew console game in Playstation or Nintendo and Sega. It's Joy, my friend in high school who introduced me online game.

The story got started when I went to a internet cafe in front of my school. I see a little devil there, what? he is Joy. I walked to him and saw what he was doing. In his monitor I saw he was playing a character.

I asked him, what is it?
"It's called online game," he said surely.

After that he gave me tutorial and introduction what online game is. I, with almost all of my life played console game, am very interested with his speech. Just like a little boy who is taught what candy is, I listened to him happily. Oh no, at that time I don't know it will bring me to hell! Yeah, a hell called "addicted to game". I only think Joy was a prophet who gave me god's speech about fun and fun.

The first game that I played is Nexia Online. It's very simple online game, 2D (2 dimensions) graphic, although in that time 2 D graphic game is very interesting. From that time I started to play Nexia. After school I almost always everyday went to internet cafe and played. You remember at that time, one hour in internet cafe costed Rp. 3500 (Compare now, in Jogja, game net costs max Rp 2000/ hour, 1500 if member). What devil was on me, I continued playing Nexia. I played Nexia almost two years, and it was ended when my character is hacked. Oh very my fool! I gave my password to other player, and he changed my password! Grrr.. if I knew that man, I would kill him, may be by vodoo! send his hand to hell, send his feet to heaven (so he'd get hot in his hand, but cold in his feet)...

After Nexia, Ragnarok Online came. You know? I think almost all of you know it. til now, ragnarok Online (RO) is a game that have the most player. RO is the longest game ever played in Indonesia. Almost 3 years I played RO. I think it was also the best game. it have only few bugs, and the most important it's balance. i mean poor player and rich player can build their character normally. I got level 98 in my character. I stopped playing RO in a funny story. You need to know that I played RO until the end of first year of my study in UGM. That was totally eating my time. I could get good mark in first semester, but in the second semester, I got very very bad mark. My IP was only 2,2. Damn! I was scared with my mark. 2,2? What the...? My parents would kill me. Noooo...!!!! I remembered that I played RO almost every day, at least 8 hours a day. I often didn't get class just to play RO. Not only because of my mark. This one that make funny.

As I said before, I reach level 98 in RO. Only need 1 level more to reach maximum level. As in almost Role Playing Game (RPG), there is indicator that shows how long you can level up. this is often called experience point. In level 98, I need almost 2 hours to get 1 %. One day, I mean, the last day I played RO, I want to get some experiences (exp). For you who don't know, if you play online in the afternoon, you'll get slow connection. Gamers say that "it's LAG!". that means your character can die anytime if you are hunting monsters.

That afternoon I played almost 2 hours and got 1 % experience. I smiled and felt satisfied till that hell moment came. LAG! My character was running from strong monster and I got LAG???

"SHIIIITTTT...!!!!" I screamed in game-net. I try to move my character but nothing happened. It's freeze! Suddenly a box appeared. "You have been disconnected", it said. I quit and tried to log in quickly. I saw my character. OMG!!! OMGGG!!! OMGGGGGGGGGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

My character was dead and I lost 1 % exp. It means that what I did in last 2 hours is nothing..!!! HORSEEEE!!!!!!!!!!! then I quit play RO, Bye RO T_T

(OOT) Don't play online when you feel LAAAGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!!
Next: Continuing play game!

HELP ME!! MY SCRIP-SHIT IS STUCKED


(OOT)Actually in English skripsi is thesis. Hehe.. I modified the word skripsi becomes scrip-shit. 

(BTT)For your info, I am a last year student who is writing my thesis now. Yeah, finally after 4 years in UGM without any hope or future, I work my thesis. I remember my senior said that working thesis is easy but not really easy (gampang-gampang susah I mean, what is it in English? Anyone knows?). It's, for some reasons, true. When I started to do my thesis, it looks very fast. I write my proposal almost everyday and it is done in only four or five years. Quick, huh? But now, fiuh I really get stuck while doing my skrip-shit. I get my brain stopped working when I open my word file. It's like you open an mathematic formula that you don't want to learn. It's like you have to chase a girl that you don't like. Well, I think I have passed the most difficult section in my thesis. I have a lot of problem when I went to Surabaya to collect data. In Juanda there are many problems that bother me. Now I think that it is easier than writing thesis.

Woah, let’s back to my current problem again. Why I can't get motivation to do my thesis. I didn't get motivation to work my thesis yet. This is a big problem, of course. I think motivation is the most important if I want to finish my thesis quickly. Talking about quickly, why I can finish my thesis quickly if my consultant lecturer is always always busy (I write "always" twice, just to make you sure that when I want to consult him, he is always busy!!). Some weeks ago I try to meet him in his office. His office is placed in first floor in my college. I took a pee his room and... yeah, he was on his room. Thanks God.

I walked into his room bravery, knocked the door, and guess what he said... "I'm sorry I'm busy, may you come tomorrow?"

Ow, shit, what did he said? I've been waiting for almost an hour just to hear this?, but it's just the beginning. The next day I came again to his office. At that time I brought print-out of chapter five, just to make sure that I have done it. I sat in front of his room because he was in another room. When I saw him, I stood. "Sir," I said. May be looking at my print-out, he said, "Oh, please leave them on my table". HORSE! He didn't know that I was his thesis student. What the hell! Almost became speechless, I said, "Sir, I want to consult my thesis."

That was only consultation I have so far. After that suddenly I feel I need a motivation to do my thesis. yeah, til this minute. My thesis is now stuck. woaa... Please help me...! -_-!

(OOT)The most important thing when doing thesis: motivation, and of course THE LECTURER! That's for sure...

free counters